Rabu, 04 Januari 2012

APARAT PENEGAK HUKUM BAU SENDAL

Kasus pencurian yang didakwakan kepada AAL (14) yang terjadi pada November 2010 lalu, berakhir di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (04/01/2011) pukul 20.45.  Ketukan palu hakim tunggal Rommel F Tampubolon menyatakan AAL bersalah lantaran mencuri sandal Briptu Rusdi. AAL divonis bersalah karena telah mengambil milik orang lain. Namun, AAL dikembalikan kepada orangtuanya untuk mendapatkan perhatian khusus.

Demikianlah di tengah maraknya vonis bebas murni untuk terdakwa kasus korupsi, Pengadilan Negeri Palu dengan tegas menyatakan bersalah terhadap AAL atas tuduhan mencuri sandal jepit seorang polisi. Ketukan palu hakim tersebut seperti menegaskan, pisau hukum hanya tajam bagi rakyat kecil, tapi tumpul bagi aparat negara.

Putusan itu seakan menafikan harapan masyarakat yang tengah mengusung tegaknya keadilan sosial. Sejak kasus ini disidangkan dua pekan silam, aksi solidaritas terhadap AAL terus mengalir di sejumlah wilayah Tanah Air, termasuk aksi pengumpulan 1.000 pasang sandal jepit di Jakarta dan di beberapa daerah.

Ebert Nicolas Lagaronda (55) mengaku keputusan ini sangat memberatkan anaknya, ”Pengadilan telah menimpakan sanksi sosial bagi masa depan anak saya,” ujar Ebert yang bekerja sebagai pegawai Pemprov Sulteng saat keluar dari ruangan sidang.

Tahmidi Lasahido, pengamat sosial dari Universitas Tadulako, mempertanyakan eksistensi hukum di Indonesia yang selama ini terkesan seperti bermain mata,  ”Ada apa dengan sistem hukum di Indonesia. Sejak awal mestinya kasus ini bisa dicegah masuk pengadilan, tetapi malah dibiarkan.”

Demikian pula Ketua Dewan Pembina Komnas Anak Indonesia, Seto Mulyadi punya harapan sama, ”Tujuan kita semua sama, yakni menuntut pembebasan AAL. Saya meminta AAL dikembalikan ke orangtuanya. Sebagai seorang anak, tempatnya adalah di rumah dan sekolah, dalam bimbingan dan perlindungan orangtua dan guru, bukan di penjara. Namun, saya juga meminta harkat dan martabat AAL dipulihkan,” kata Seto.

Melihat buruknya dampak dari keputusan hukum yang seperti ini setidaknya pemerintah bisa bercermin, karena bila terkait soal yang remeh-temeh seperti ini kalau masih bisa diajak kompromi kenapa mau meribetkan diri dalam urusan yang membuat masyarakat begolak. Karena pada akhirnya yang dirugikan semua elemen bangsa, baik itu masyarakat sebagai warga negara, maupun pemerintah yang akan selalu dicaci-maki sepanjang tahun. (QM)

RUDY CERDASKAN WALUYO SOAL ESEMKA

SOLO – Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan atasannya Joko Widodo yang memilih menggunakan mobil dinas baru buatan para siswa SMK mendapat kritikan keras dari Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo. Bibit menilai dua petinggi Kota Bengawan itu terlalu sembrono. Sebab mobil tersebut belum menjalani tes kelayakan dan uji keselamatan.

Menanggapi kritikan itu Rudy berkomentar santai “Ya cuek saja. Yang penting buatan anak bangsa. Setelah saya coba kemarin, tak ada masalah. Aman,” katanya saat ditemui wartawan di Solo, Rabu (4/1/2012).

Mengenai kritikan soal uji kelayakan, ia mengaku sepakat bila memang mobil Esemka harus menjalani berbagai macam tes. Namun ia sangat menyayangkan komentar sembrono orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut yang terdengar tidak mendidik, melecehkan dan menjatuhkan.

“Kalau takut nabrak kebo (kerbau) di tengah-tengah jalan, ya minggir,” sambung Rudy sambil terkekeh.

Menurutnya, Gubernur berkomentar seperti itu karena jarang membaca dan tak pernah bertanya. Dua hal itu lah yang ia nilai menjadi kelamahan Bibit hingga akhirnya yang muncul pun hanya komentar asal bunyi.

"Saya akui Pak Bibit itu mumpuni dalam berbagai hal. Namun, ada dua kekurangan beliau, tidak pernah membaca dan bertanya," ujar Rudy.

Pihaknya saat ini masih terus mengurusi kelengkapan surat-surat, termasuk syarat kelayakan jalan agar mobil berkapasitas 1500 cc ini bisa diproduksi masal. Rudi juga mengaku sudah mengurusi berbagai hal perijinan di Dirjen Perhubungan Kementrian Perhubungan. Harapan besar mobil Esemka bisa segera di produksi massal dan Bibit bisa makin rajin membaca dan bertanya. (QM)